Di tempat ini penulis pertama kali dikenalkan dengan PII. PII kala itu dikenalkan dengan kesan sangat serius, baik cara instruktur mengenalkannya maupun bentuk acara yang diadakan. PII dizaman penulis dikenalkan melalui acara yang disebut dengan PEPARI (Pekan Pembinaan Rohani Islam). Setiap liburan semester SMA, baik liburan semester ganjil maupun genap, rutin diadakan kegiatan PEPARI. Alangkah terheran-herannya penulis, dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh sesama teman mahasiswa dan yang mengisi acarapun sebahagian teman-teman di kampus yang sama. Penulis perhatikan, kegiatan ini unik, karena beragamnya peserta bahkan ada yang berlatar pendidikan masih di bangku SLTA. Hal ini bagi penulis, jarang terjadi. Suasana pembelajaran sangat hidup. Satu dengan lainnya memiliki keberanian untuk saling menasehati, terutama ketika ada salah seorang peserta yang datang terlambat menghadiri setiap sesi. Lama-lama suasana terasa sangat menyenangkan. Tidak ada peserta yang cabut selama acara berlangsung.
Penulis : Muslih Pakiah Mudo

Di acara sesi evaluasi, diawali dengan perkenalan. Setiap personal panitia mengenalkan nama dan jabatan di kepanitiaan. Setiap instruktur mengenalkan nama dan latar belakang pendidikan formal yang telah dan sedang dijalani. Ternyata sebahagian instruktur di kegiatan PEPARI masih duduk di bangku SLTA. Tapi terlihat santai dan penuh percaya diri ketika mengisi materi PEPARI. Sungguh diluar dugaan. Padahal ketika itu, penulis dan beberapa peserta lainnya berstatus sebagai mahasiswa dan mahasiswi di IAIN SUSQA Pekanbaru. Nostalgia yang tak kan pernah terlupakan. Betul-betul "sengsara" berbuah kebahagiaan.
BalasHapusUsai mengikuti kegiatan PEPARI alias LBT PII, semangat membaca buku-buku pergerakan semakin meningkat. Haus terasa dengan diskusi-diskusi keislaman, terutama terkait dengan sejarah umat Islam Indonesia. Tak luput juga buku-buku pergerakan Ikhwanul Muslimin. Lebih selektif mengkoleksi literatur-literatur' khususnya literatur-literatur yang diwajibkan untuk di"kuasai" buat mengikuti jenjang training berikutnya (Mentra). Kecintaan kepada Islam dan Indonesia terlihat lebih proporsional.
HapusSetiap melewati komplek Perguruan Diniyah Putri Pekanbaru Jl. K.A. Dahlan, teringat kegiatan PEPARI dimana penulis dan rekan-rekan seperjuangan digembleng menjadi pejuang Islam. Semoga almarhumah Buk Khadijah Ali beserta seluruh ahli warisnya mendapatkan amal jariyah atas dijadikannya komplek Perguruan Diniyah Putri Pekanbaru sebagai tempat training PII dalam beberapa tahun yang lalu. Aamiin Ya Rab.
BalasHapusPeserta PEPARI ketika itu adalah (mohon dilengkapi bagi yang ingat)
Hapus1. Saripudin
2. Abdul Haris
3. Latifah
4. Barokah
5. Bingatin
6. Eva Deliza
7. Endang Jusmini
8. Suriani
9. Salmiah
10. ........... tolong diisi ya
Kalau ada yang salah, tolong dikoreksi ya teman-teman.
Hapus11. Eli Dasniwati
Hapus12. Amna
13. Elvira
14. Husnul Khotimah
15. ....
15. Maisuriyati
Hapus16. Nelva Susanti
17. ...
Kini komplek Perguruan Diniyah Puteri Pekanbaru sudah berkembang sangat pesat, mulai mengelola dari pendidikan nonformal seperti TK hingga STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam). Gedung-gedung bertingkat sedang dibangun untuk pengembangan pendidikan kearah yang lebih berkualitas. Bagi Keluarga Besar PII yang berdomisili di Pekanbaru tentu diharapkan menyekolahkan anak-anaknya di lembaga yang pemiliknya adalah senior-senior PII, diantaranya adalah kanda Hj. Eniwati Chaidir selaku salah seorang Pimpinan Yayasan Diniyah Pekanbaru sa'at ini.
BalasHapusSebagai satu diantara basis-basis training PII dibeberapa belasan tahun yang lalu, penulis menyarakankan kepada PW PII Riau atau PD PII Pekanbaru untuk bershilaturrahmi kepada Pimpinan Yayasan Diniyah Pekanbaru, kiranya berkenan untuk dijadikan lokasi komplek Perguruan Diniyah Pekanbaru sebagai mitra kerjasama kegiatan training PII untuk usia SLTP dan SLTA di tingkat kota Pekanbaru dan bahkan se-Riau disetiap liburan semerter ganjil dan liburan semester genap.
BalasHapusSeingat penulis, kanda Marojak termasuk panitia yang super sibuk ketika mengelola PEPARI dimana penulis termasuk sebagai peserts. Kini kanda Marojak beserta keluarga berdomisi di Pekanbaru. Kangen terasa karena sudah beberapa bulan nggak jumpa. Jumpa terbaru ketika beliau bersiap-siap pindah ke rumah besarnya.
BalasHapus